Ads 468x60px

translate

English French German Spain Arabic Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified

 

Minggu, 08 Januari 2012

7 tahun lalu, bumi hampir kiamat

Pada 27 Desember 2004, mendadak sebuah lontaran energi tak kasat mata menghantam Bumi. Ia diperkirakan berasal dari jarak yang cukup jauh, yakni dari konstelasi Sagitarius yang jaraknya mencapai sekitar 50 ribu tahun cahaya atau kurang lebih 473 ribu triliun kilometer.

Ledakan dan hantaman sinar gamma ini pertamakali terdeteksi oleh

Gambaran masa depan tata surya

Pekan lalu marak diberitakan penemuan dua buah planet berukuran serupa Bumi oleh Kepler, teleskop ruang angkasa milik NASA. Ternyata, Kepler juga menemukan planet serupa yang tidak mendapat perhatian sebesar Kepler-20e dan Kepler-20f.

Berbeda dengan kedua planet sebelumnya, dua planet ini, yakni KOI 55.01 dan KOI 55.02 mengorbiti bintang KOI 55. Bintang ini merupakan bintang berkategori subdwarf B yang artinya ia merupakan bintang yang merupakan sisa dari inti sebuah bintang merah raksasa.

Kedua planet itu juga mengorbit sangat dekat dengan mataharinya itu. Kemungkinan, mereka terhisap mendekat saat bintang itu mencapai tahap red giant phase namun berhasil selamat (meski menjadi kering kerontang). Dimensinya sendiri tinggal 0,76 dan 0,87 kali Bumi dan menjadi exoplanet terkecil yang diketahui mengorbiti sebuah bintang aktif.

“Saat bintang membengkak dan menelan planet, planet-planet itu terseret mengikuti arus melalui atmosfir panas milik bintang dan menyebabkan gesekan saat para planet berputar-putar semakin dekat ke bintang itu,” kata Elizabeth Green, astronom dari University of Arizona.

Dikutip dari Universe Today, 27 Desember 2011, saat fenomena itu berlangsung, planet itu membantu melucuti atmosfir milik bintang. “Di saat yang sama, gesekan membuat lapisan gas dan cair milik planet itu terlepas dan menyisakan sebagian inti padat milik planet tersebut,” ucap Green.

Menurut peneliti, Matahari kita akan mengalami nasib serupa dengan KOI 55 dalam beberapa miliar tahun ke depan. Diperkirakan, saat membengkak, Matahari akan menelan Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

“Saat Matahari kita menjadi bintang merah raksasa, ia akan menelan Bumi. Dan jika planet kerdil seperti Bumi menghabiskan waktu 1 miliar tahun di lingkungan seperti itu, planet Bumi akan menguap,” kata Green. “Hanya planet dengan massa yang jauh lebih besar dari Bumi seperti Jupiter atau Saturnus saja yang kemungkian akan selamat,” ucapnya.

Green menyebutkan, temuan adanya planet yang telah selamat dari fase bintang yang mengembang lalu mengempis itu dapat membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik akan nasib sistem-sistem planet yang ada di jagat raya, termasuk sistem tata surya kita.

Sabtu, 07 Januari 2012

Real Madrid tancap gasa - minggu dini hari (02:00 WIB)

TEMPO.CO, Madrid - Real Madrid akan berusaha mempertahankan posisinya di puncak klasemen Primera La Liga Spanyol saat menjamu Granada Sabtu malam ini. Karim Benzema dan kawan-kawan harus menginjak gas lebih dalam agar performa buruk saat melawan Malaga dalam laga Copa del Rey Selasa lalu tak terulang.

Selasa lalu itu, Madrid mampu menang 3-2. Tapi tim berjulukan El Merengues tersebut tampil sangat buruk di babak pertama dan ketinggalan dua gol. Pelatih Jose Mourinho bahkan menyebut penampilan anak asuhnya di babak itu “seperti sampah”. Ia juga sempat mengecam anak asuhnya saat turun minum dan menyebut mereka semua layak diganti.

Benzema dan kawan-kawan memberi respons baik atas kritikan sang pelatih itu dengan penampilan lebih baik pada babak kedua. Penyerang asal Prancis itu menyumbangkan satu gol, yang ditambah oleh gol Sami Khedira dan Gonzalo Higuain. "Babak pertama sangat sulit, tapi kami akhirnya mampu menang," kata Benzema. "Yang menjadi ciri tim ini adalah semangat tempurnya dan karena itulah kami bisa menang di babak kedua. Kami bertarung dengan keras."

Semangat tempur itu pula yang akan dibutuhkan pasukan Si Putih saat melawan tim urutan ke-13 klasemen itu di Santiago Bernabeu malam ini. Mourinho yakin timnya akan mampu melakukannya. "Saya yakin kami berada dalam kondisi bagus meski dalam laga itu sempat mengalami babak pertama yang buruk," kata pelatih asal Portugal tersebut.

Madrid saat ini memuncaki klasemen La Liga dengan nilai 40 dari 16 laga, unggul tiga poin dari Barcelona yang baru akan melawan Espanyol besok. Madrid belum bisa mengandalkan Angel di Maria yang masih cedera. Tapi Sergio Ramos sudah pulih dan bisa diturunkan. Granada, yang menang tiga kali dalam lima laga terakhirnya, bisa memasang kembali Fabri Gonzalez, yang sudah pulih dari cedera. Namun Franco Jara tak bisa diturunkan karena terkena hukuman akumulasi kartu.

Ada Ikan Penipu di Laut Sulawesi

CALIFORNIA, KOMPAS.com - Laut Indonesia maha kaya. Sampai-sampai, ada spesies ikan penipu yang ditemukan di Laut Sulawesi. Ikan penipu ini sungguh hebat sehingga bisa mengelabuhi gurita "master penipu".
Penipu di sini perlu diklarifikasi dulu. Penipu berkaitan dengan kemampuan komuflase hewan laut. Beberapa hewan laut punya kemampuan berakting layaknya spesies lain sehingga terhindar dari predator.
Ikan penipu tersebut ditemukan oleh penyelam Godehard Kopp ketika sedang menyelam di Selat Lembeh, Sulawesi Utara. Ikan penipu tersebut diperkirakan merupakan black-marble jawfish (Stalix cf. histrio).
Kopp merekam perilaku ikan penipu tersebut. Dalam rekamannya, ikan penipu itu sedang berada di dekat Gurita Penyamar (Thaumoctopus mimicus), salah satu master komunflase alias penipu spesies lain.
Ikan penipu tampak mengikuti ke mana pun gurita pergi. Ikan itu bahkan tampak bagai tentakel gurita penyamar. Ia bergerak mengikuti ke mana pun sang gurita penyamar pergi. Alhasil, ikan penipu itu sukses mengelabuhi gurita penyamar yang tak menyadari bahwa di dekatnya ada spesies berbeda yang mungkin saja bisa dijadikan mangsa.
Hasil rekaman tersebut dikirimkan ke Luiz Rocha dan Rich Ross, biolog dari California Academy of Sciences. Hasil analisis kemudian dipublikasikan di jurnal Coral Reefs.
Rocha dan Ross terkejut dengan penemuan ini. Seperti dikutip National Geographic, Kamis (5/1/2012), Rocha mengatakan, "Kita tidak pernah melihat yang seperti itu sebelumnya."
Penemuan jawfish di lautan terbuka juga tak biasa sebab biasanya ikan jenis itu mengubur diri di pasir. Rocha dan Ross juga masih bingung apakah ikan tersebut selalu melakukan komuflase yang sama ketika berada di dekat gurita.
Sejauh ini, jenis ikan masih merupakan perkiraan sebab perilakunya baru dijumpai kali ini. "Ikan yang dijumpai di Indonesia ini mungkin saja merupakan spesies baru," kata Rocha.
Black-marble jawfish merupakan spesies yang tersebar dari perairan selatan Jepang hingga Indonesia. Rocha yakin bahwa dalam cakupan wilayah yang begitu jauh, tak mungkin jawfish yang ada merupakan satu spesies.
Penemuan ini menegaskan bahwa laut Indonesia kaya akan beragam jenis spesies. Namun demikian, laut Sulawesi yang masuk dalam kawasan Segitiga Karang Dunia juga menyisakan persoalan sebab perusakan masih terus berlanjut. Banyak spesies yang ditemukan, tetapi banyak juga yang hilang tanpa diketahui.

Rabu, 04 Januari 2012

kucuran keringat Madrid di 16 besar copa del rey

MADRID, suaramerdeka.com - Real Madrid berhasil lolos dari lubang jarum setelah berhasil memetik kemenangan penting atas Malaga dalam leg pertama babak 16-besar Copa del Rey, Selasa (3/1). Bermain di Santiago Bernabeu, pasukan Jose Mourinho sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya menang 3-2 atas tamunya itu.
Bermain dengan hampir separuh pemain utamanya, seperti Cristiano Ronaldo, Pepe dan kiper Iker Casillas, Madrid dikejutkan oleh gol Malaga yang dicetak di menit 10. Berawal dari sebuah sepak pojok yang dilepaskan Santi Cazorla, gelandang Sergio Sanchez berhasil membobol jala Casillas.
Belum hilang keterkejutan Madrid oleh gol Sanchez, 10 menit berselang Los Blancos harus kembali jebol lewat situasi serupa. Kali ini sundulan bek Martin Demichelis sukses memaksa Casillas memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua. Tertinggal dua gol, Madrid meningkatkan tekanan guna mencari gol penyeimbang.
Sayang, semua upaya yang dilakukan kubu tuan rumah tak berhasil hingga babak pertama usai. Di babak kedua, Mourinho melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Karim Benzema, Sami Khedira, dan Mesut Ozil menggantikan Kaka, Alvaro Arbeloa, dan Jose Callejon.
Hasilnya, serangan Madrid lebih tajam dan menyengat dibandingkan di babak pertama. Namun begitu mereka masih saja kesulitan membobol jala Malaga karena kiper Willy Caballero bermain cemerlang dalam pertandingan itu. Namun pada akhirnya Caballero harus kebobolan pada menit 68.
Sami Khedira yang merangsek ke kotak penalti lawan berhasil melepaskan tendangan mendatar yang tak mampu diantisipasi Caballero. Gol Khedira itu rupanya membuat pemain Malaga panik. Buktinya, dua menit berselang Gonzalo Higuain mampu menyamakan skor setelah memanfaatkan kesalahan backpass Sergio Sanchez.
Delapan menit berselang, Madrid akhirnya berbalik unggul. Memanfaatkan umpan Ronaldo, Karim Benzema dengan tenang melepaskan tendangan yang bersarang di pojok gawang Malaga.
Di sisa pertandingan, Malaga lebih sering berada dalam tekanan para pemain tuan rumah. Madrid sempat menambah gol melalui Ronaldo namun dianulir karena lebih dulu offside. El Real menang 3-2 dan menjadi modal bagus sebelum melawat ke kandang Malaga pekan depan.
Hasil Copa del Rey, Selasa (3/1):
Albacete 0-0 Bilbao
Alcorcon 2-1 Levante
Mirandes 2-0 Santander
Madrid 3-2 Malaga

Tempat tinggal di luar Bumi ??


TEMPO.CO, Washington - Hampir semua karakteristik Bumi ada pada Kepler-22b. Tak mengherankan bila pakar astronomi menjuluki planet baru ini sebagai kembaran Bumi.

Planet ini, yang ditemukan observatorium antariksa NASA, Kepler, mengitari satu bintang, yang juga amat mirip dengan matahari kita. Bintang ini tergolong sebagai bintang kelas G yang sangat mirip dengan matahari. Begitu pula dengan jarak antara bintang dan planetnya.

Lama satu tahun di planet itu 290 hari, tak berbeda jauh dengan Bumi. Planet batu itu juga diduga kuat memiliki air.

Planet ini berada dalam zona yang nyaman untuk dihuni atau zona Goldilocks--sebutan yang diberikan ahli astronomi. Selama ini mereka kesulitan menemukan tempat yang tidak terlalu panas, tapi juga tidak terlalu dingin. Tempat air, yang sangat mendasar bagi kehidupan, tidak membeku dan mendidih.

Satu-satunya masalah adalah planet itu sedikit lebih besar bagi kehidupan untuk ada di permukaan. Besarnya 2,4 kali lipat dari ukuran Bumi, sehingga menyerupai planet gas dan cairan, seperti Neptunus, dengan inti batu. Sebagian besar permukaannya pun tertutup samudra.

Kepler-22b adalah planet layak huni pertama yang ditemukan teleskop Kepler. Januari lalu wahana yang beroperasi sejak 2009 itu mendeteksi Kepler-10b, planet mirip Bumi dengan ukuran yang ideal. Sayangnya planet itu terlalu dekat dengan bintangnya, sehingga dicoret dari daftar planet yang berada dalam zona layak huni bagi kehidupan.

Dibanding Kepler-10b orbit planet baru ini berukuran 0,85 kali jarak Bumi-matahari. Meski lebih dekat dengan bintang induknya, cahaya yang dipancarkan bintang itu cukup redup. Temperatur Kepler hanya 22 derajat Celsius, sesejuk temperatur udara di mal-mal mewah, sehingga amat ideal bagi kehidupan.

Jika manusia ingin berpindah ke tempat lain di alam semesta, planet ini adalah lokasi paling cocok untuk saat ini. "Temuan ini menjadi tonggak penting dalam pencarian kembaran Bumi," ujar ilmuwan dari misi Kepler, Douglas Hudgins.

Zona layak huni bintang ini berukuran 0,7-1,2 kali jarak Bumi-matahari. Dengan demikian, Kepler-22b berada di sisi terdalam dari kawasan yang sanggup menopang kehidupan. Air dalam fasa cair serta oksigen dalam jumlah melimpah sangat mungkin ada di permukaan planet ini.

Proses penemuan planet ini menggunakan metode transit. Observatorium mengamati perubahan cahaya bintang setiap saat dan menunggu planet melintas di depan bintang tersebut.

Saat dilintasi planet, terang bintang berubah drastis. Dari perubahan terang ini, ilmuwan bisa mengetahui radius, jarak orbit, dan periode orbit planet.

Kepler menemukan planet itu ketika Kepler-22b melintas di depan bintang induknya. Sebelum mengkonfirmasinya sebagai sebuah planet, NASA harus melihat peristiwa itu sebanyak tiga kali. Penampakan ketiga Kepler-22b sebenarnya terjadi tahun lalu, tepat sebelum teleskop itu dimatikan untuk sementara. NASA membutuhkan beberapa bulan lagi untuk menyelesaikan konfirmasi.

Bersamaan dengan temuan planet layak huni ini, misi Kepler juga mencatat 1.000 kandidat planet baru. Dugaan sementara, ada 10 planet dalam daftar itu yang berukuran setara dengan Bumi dan berada di dalam zona layak huni. Namun dibutuhkan observasi lanjutan untuk mengkonfirmasi dugaan tersebut.

"Ini adalah penemuan yang fenomenal dalam sejarah manusia," kata Geoff Marcy dari University of California, Berkeley, salah seorang pioner pemburu planet mirip Bumi di luar tata surya. "Temuan ini menunjukkan bahwa kita, Homo sapiens, mengerahkan jangkauan ke alam semesta untuk menemukan planet yang mengingatkan kita pada rumah. Kita hampir menjangkaunya."

Namun secanggih apa pun hasil peneropongan Kepler, observatorium antariksa itu tak bisa membuktikan adanya kehidupan di planet baru itu. Teleskop itu hanya memberikan informasi planet mana yang memiliki kondisi ideal bagi kehidupan.

Harus diingat, bintang induk Kepler-22b berada sejauh 600 tahun cahaya dari Bumi. Tiap tahun cahaya berjarak 5,9 triliun mil. Setidaknya diperlukan 22 juta tahun bagi sebuah pesawat ulang-alik untuk mencapai ke sana.
"Sandi Dermawan Castilla 1902"
(


)